Pendahuluan: Hiperplasia endometrium merupakan kondisi proliferatif yang berpotensi menjadi lesi prakanker. Ketidakseimbangan hormonal, terutama dominasi estrogen tanpa antagonisme progesteron, diyakini menjadi faktor penting dalam perkembangan gangguan ini. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara usia dan gambaran histopatologi hiperplasia endometrium di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional ini menggunakan data rekam medis pasien hiperplasia endometrium periode 2021–2024 di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Total sampling digunakan untuk mengumpulkan seluruh pasien yang dilakukan kuretase dengan hasil histopatologi hiperplasia endometrium. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Fisher exact. Hasil: Dari 31 sampel yang memenuhi kriteria, sebagian besar pasien berusia ?45 tahun dan terbanyak memiliki gambaran hiperplasia non-atipik. Analisis statistik menunjukkan hubungan bermakna antara usia dan tipe histopatologi, dengan kecenderungan peningkatan hiperplasia atipik pada kelompok usia lebih tua. Pembahasan: Usia berperan sebagai faktor penting terhadap gambaran histopatologi hiperplasia endometrium. Perubahan hormonal pada fase perimenopause dan pascamenopause mendukung peningkatan risiko lesi atipik seiring bertambahnya usia. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara usia dan gambaran histopatologi hiperplasia endometrium dengan kelompok usia yang lebih tua menunjukkan proporsi hiperplasia atipik yang lebih tinggi.
Copyrights © 2026