Pendahuluan : Penyakit jantung koroner (PJK) tetap menjadi penyebab kematian utama di dunia dan sering berhubungan dengan hipertensi serta gangguan lipid. Pada tahun 2021, PJK diperkirakan menyebabkan 20,5 juta kematian, hampir sepanjang keseluruhan global. Penelitian ini menunjukkan efektivitas berbagai kombinasi obat dalam menurunkan tekanan darah, Kolesterol total, dan kadar LDL ( Low-Density Lipoprotein ). Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 34 pasien PJK yang dipilih melalui teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang menerima terapi kombinasi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada periode September hingga Desember 2024. Data hasil penelitian di cluster menjadi 12 kombinasi obat. Hasil : Dua belas kombinasi obat (Kombinasi I–XII) diidentifikasi dalam penelitian ini. Kombinasi I (klopidogrel, ISDN, aspirin, bisoprolol, atorvastatin) merupakan regimen yang paling sering diresepkan (29,4%) dan menghasilkan penurunan tekanan darah terbesar (26,5%). Penurunan kolesterol total tercatat pada 14,7% pasien, dengan efektivitas tertinggi pada Kombinasi IX (klopidogrel, ISDN, ramipril, bisoprolol, simvastatin). Perbaikan LDL terjadi pada 23,5% pasien, dan Kombinasi IX kembali menunjukkan efek paling kuat. Pembahasan : Terapi kombinasi memberikan pengaruh lebih besar terhadap penurunan tekanan darah dibandingkan perbaikan profil lipid, sehingga pemilihan regimen perlu disesuaikan dengan target klinis pasien. Simpulan : Terapi kombinasi lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah, dengan Kombinasi I memberikan hasil terbaik, sedangkan Kombinasi IX paling efektif dalam memperbaiki kolesterol total dan LDL.
Copyrights © 2026