Pendahuluan: Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis umum yang dapat berkembang menjadi komplikasi serius apabila tidak ditangani. Berbagai studi menunjukkan bahwa kondisi hematologis maternal memiliki peran penting dalam memengaruhi risiko hiperbilirubinemia pada neonatus. Metode: Tinjauan pustaka ini menggunakan enam artikel terindeks nasional dan internasional (2020–2025), dipilih melalui alur PRISMA, dengan fokus pada hubungan faktor hematologis maternal terhadap kejadian ikterus neonatorum. Hasil: Studi yang dikaji mengidentifikasi beberapa determinan hematologis maternal, termasuk peningkatan WBC dan MCV, anemia, PROM, GDM, serta inkompatibilitas ABO dan Rh, sebagai faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko hiperbilirubinemia. Faktor obstetrik seperti usia ibu, lama persalinan, dan penyakit maternal turut memperkuat hubungan tersebut. Pembahasan: Kondisi hematologis ibu memengaruhi ikterus neonatorum melalui mekanisme hemolisis, inflamasi, gangguan imunologis, serta ketidakmampuan metabolik janin dalam mengelola bilirubin. Interaksi antara status hematologi ibu dan proses obstetrik memperburuk instabilitas eritrosit neonatal dan meningkatkan akumulasi bilirubin. Kesimpulan: Kondisi hematologis maternal merupakan determinan penting ikterus neonatorum, sehingga pemantauan hematologi pada ibu hamil perlu ditingkatkan sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir.
Copyrights © 2026