Pendahuluan: Merokok merupakan faktor risiko utama gangguan pernapasan dan berkontribusi terhadap penurunan kapasitas vital paru melalui proses inflamasi kronis serta kerusakan jaringan paru. Indonesia memiliki prevalensi merokok yang tinggi sehingga dampaknya terhadap fungsi paru menjadi isu kesehatan penting. Tinjauan ini dilakukan untuk merangkum bukti ilmiah mengenai hubungan kebiasaan merokok dan kapasitas vital paru berdasarkan penelitian terkini. Metode: Penelitian ini merupakan systematic literature review yang disusun berdasarkan prinsip PRISMA. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate menggunakan kata kunci terkait perilaku merokok dan fungsi paru, dengan batasan publikasi tahun 2020–2025. Seleksi dilakukan melalui penyaringan judul, abstrak, dan evaluasi teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Pembahasan: Kajian literatur menunjukkan bahwa perilaku merokok berhubungan negatif dengan kapasitas fungsi paru. Intensitas dan durasi merokok yang meningkat berkontribusi terhadap penurunan nilai FVC, FEV?, dan rasio FEV?/FVC. Paparan asap rokok yang bersifat kronis menyebabkan inflamasi saluran napas, kerusakan jaringan elastis paru, serta gangguan pembersihan mukosilier sehingga menurunkan elastisitas dan kapasitas vital paru. Dampak penurunan fungsi paru dapat terjadi sejak usia muda dan bersifat progresif apabila kebiasaan merokok terus berlanjut. Simpulan: Merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan penurunan kapasitas vital paru. Semakin tinggi paparan asap rokok, semakin besar penurunan fungsi paru yang terjadi. Upaya pencegahan dan edukasi kesehatan mengenai bahaya merokok diperlukan sebagai langkah penting untuk menekan risiko gangguan respirasi pada masyarakat Kata Kunci: fungsi paru, kapasitas vital paru, merokok, respirasi, spirometri
Copyrights © 2026