Pendahuluan: Aktivitas fisik diketahui memengaruhi kualitas tidur melalui pengaturan ritme sirkadian. Mahasiswa kedokteran mengalami penurunan aktivitas fisik karena tingginya beban akademik. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada mahasiswa angkatan 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 192 mahasiswa angkatan 2024, dengan 142 responden yang diperoleh melalui perhitungan Lemeshow, koreksi populasi, dan tambahan 10% dropout. Pengambilan data dilakukan pada September–November 2025. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) dan kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar dan dianalisis secara univariat serta uji Chi-square dengan signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sedang (46,5%). Kualitas tidur juga didominasi kategori baik, yaitu pada 52,1% responden. Analisis Chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan kualitas tidur (p = 0,041). Pembahasan: Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang lebih tinggi cenderung diikuti kualitas tidur yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan mekanisme fisiologis dimana aktivitas fisik membantu regulasi ritme sirkadian dan hormon tubuh, sehingga mendukung tidur yang lebih optimal. Simpulan: Aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kualitas tidur, di mana tingkat aktivitas yang lebih tinggi menyebabkan kualitas tidur yang lebih baik
Copyrights © 2026