Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas salep ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih, didasarkan pada potensi senyawa bioaktif tanaman tersebut. Metode: Tiga puluh ekor tikus jantan (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (Povidone iodine 10%), serta perlakuan salep konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Parameter panjang dan durasi penutupan luka diamati secara makroskopis selama 14 hari. Hasil: Kelompok salep 2,5% menunjukkan penyembuhan tercepat dengan penutupan luka sempurna pada hari ke-14, melampaui efektivitas konsentrasi 5% dan kontrol positif. Sebaliknya, konsentrasi 10% justru memperlambat laju penyembuhan dibandingkan dosis yang lebih rendah. Pembahasan: Efektivitas pada konsentrasi rendah terjadi karena metabolit sekunder bekerja dalam batas fisiologis yang mendukung proliferasi. Sementara itu, konsentrasi tinggi menghambat regenerasi jaringan akibat potensi iritasi atau fenomena respons dosis terbalik (inverted dose-response). Simpulan: Salep ekstrak etanol daun kelor konsentrasi 2,5% terbukti sebagai formulasi paling efektif mempercepat penyembuhan luka sayat secara makroskopis. Kata Kunci: Daun kelor, luka sayat, makroskopis, Moringa oleifera, salep.
Copyrights © 2026