Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keunggulan komparatif dan performa ekspor kopi ke Korea Selatan dari Amerika Serikat, Indonesia, dan Jepang selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari ITC Trade Map. Keunggulan komparatif dianalisis menggunakan indeks Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), sedangkan dinamika performa ekspor dianalisis melalui pendekatan Export Product Dynamics (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerika Serikat secara konsisten memiliki keunggulan komparatif yang kuat dengan nilai RCA di atas satu dan RSCA positif sepanjang periode penelitian. Jepang menunjukkan keunggulan komparatif yang bersifat moderat dan fluktuatif dengan nilai RCA mendekati satu dan RSCA di sekitar nol. Sementara itu, Indonesia memiliki nilai RCA di bawah satu dan RSCA negatif, yang menunjukkan lemahnya keunggulan komparatif ekspor kopi ke Korea Selatan. Analisis EPD menunjukkan bahwa Amerika Serikat berada pada posisi Falling Star, Jepang pada posisi Lost Opportunity, dan Indonesia pada posisi Retreat. Temuan ini mengindikasikan bahwa keunggulan komparatif tidak selalu sejalan dengan dinamika pertumbuhan ekspor. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan strategi peningkatan daya saing ekspor kopi Indonesia di pasar Korea Selatan.
Copyrights © 2026