Abstrak Studi eksperimental ini membahas volume besar limbah organik rumah tangga, khususnya kulit buah naga, dengan mengolahnya menjadi puding inovatif yang bernilai tambah. Kulit buah naga mengandung betasianin (pigmen alami) dan antioksidan tinggi, namun pemanfaatannya yang kurang optimal berkontribusi pada masalah lingkungan dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas kulit buah naga sebagai bahan tambahan puding. Metode yang digunakan melibatkan ekstraksi pigmen dan penggunaannya untuk membuat puding, yang kemudian dievaluasi melalui uji organoleptik oleh 15 responden. Hasil menunjukkan puding tersebut memiliki warna ungu kemerahan alami dan stabil. Tingkat penerimaan tinggi: 80% menyukai penampilannya, dan 73% menilai rasanya enak. Konsentrasi optimal adalah 20–30% ekstrak kulit buah naga dari total larutan. Inovasi ini berhasil membuktikan bahwa kulit buah naga menghasilkan produk yang menarik, aman, dan diterima dengan baik, sekaligus berfungsi sebagai pewarna alami yang aman (betasianin) dan mengurangi limbah organik. Manfaat ganda ini menunjukkan potensi signifikan untuk pengembangan lebih lanjut kulit buah naga dalam industri makanan kreatif dan sebagai model untuk pendidikan pengelolaan limbah.
Copyrights © 2025