Banyaknya keluhan masyarakat terhadap kinerja juru parkir, mulai dari tidak diberikannya karcis, perilaku tidak sopan, hingga kurangnya tanggung jawab terhadap keamanan kendaraan, menunjukkan adanya permasalahan dalam pelayanan perparkiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan juru parkir terhadap bentuk pelayanan dalam pelaksanaan perparkiran di Zona 1 Kota Pekanbaru. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif inferensial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh juru parkir di Zona 1, dengan jumlah sampel sebanyak 90 juru parkir yang ditentukan melalui rumus Slovin dengan teknik penarikan sample, simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, yang kemudian dianalisis secara statistik inferensial. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan pada tiga ranah menurut taksonomi Bloom (kognitif, afektif, psikomotorik) serta lima dimensi pelayanan menurut Fitzsimmons (keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, tingkat pengetahuan juru parkir di Zona 1 tergolong mengetahui dalam tiga ranah: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun, bentuk pelayanan yang diberikan masih tergolong kurang melayani, khususnya dalam aspek pemberian karcis, kebersihan, dan jaminan keamanan kendaraan. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan lemah antara pengetahuan kognitif dan pelayanan (r = 0,218), serta hubungan sedang antara pengetahuan afektif dan pelayanan (r = 0,597), dan antara pengetahuan psikomotorik dan pelayanan (r = 0,476). Secara keseluruhan, terdapat hubungan sedang antara tingkat pengetahuan dan bentuk pelayanan dengan nilai korelasi sebesar 0,575.
Copyrights © 2025