Pandemi Covid-19 telah mempercepat penerapan sistem kerja hybrid di berbagai sektor, salah satunya perguruan tinggi. Perubahan seperti ini menuntut penyesuaian secara signifikan terhadap peran sekretaris perguruan tinggi yang sebelumnya sangat bergantung pada tatap muka dan sistem manual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bentuk transformasi digital yang dialami oleh sekretaris di lingkungan perguruan tinggi, tantangan yang dihadapi dalam proses digitalisasi administrasi, serta strategi adaptasi yang dapat diterapkan untuk menunjang peran mereka di era hybrid working. Melalui metode kajian literatur, artikel ini mengidentifikasi bahwa transportasi digital sekretaris mencakup penggunaan platform kolaborasi daring, sistem manajemen dokumen berbasis cloud, serta perubahan budaya organisasi.
Copyrights © 2026