ABSTRAK Ulkus diabetikum merupakan komplikasi berat diabetes melitus yang berisiko menyebabkan infeksi, gangguan perfusi jaringan, hingga amputasi. Kondisi ini sering memunculkan kecemasan pada pasien, terutama ketika menghadapi tindakan pembedahan. Kecemasan pre-operasi dapat memengaruhi kondisi fisiologis, meningkatkan tekanan darah, memperburuk kontrol glukosa, serta menghambat proses penyembuhan luka. Intervensi keperawatan nonfarmakologis seperti relaksasi benson dapat digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan tersebut. Metode: Studi ini merupakan studi kasus pada dua pasien dengan diabetes melitus tipe II yang mengalami ulkus pedis dan direncanakan menjalani amputasi. Pengkajian dilakukan secara komprehensif meliputi kondisi fisik, psikologis, status luka, dan tingkat kecemasan. Intervensi relaksasi benson diberikan selama 10–20 menit, 1–2 kali per hari sesuai toleransi pasien. Evaluasi dilakukan melalui observasi respon fisiologis dan penilaian kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah pelaksanaan relaksasi benson selama beberapa sesi, kedua pasien mengalami penurunan tingkat kecemasan. Pasien tampak lebih tenang, mampu mengontrol napas dengan baik, dan menunjukkan peningkatan kenyamanan. Secara fisiologis terjadi penurunan frekuensi napas dan stabilisasi tanda vital. Pasien juga menyampaikan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi prosedur amputasi. Kesimpulan: Relaksasi benson efektif membantu mengurangi kecemasan melalui mekanisme relaxation response yang memengaruhi sistem saraf otonom. Intervensi ini mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus, dan dapat diterapkan pada pasien dengan kondisi kronis seperti ulkus diabetikum. Temuan ini mendukung penggunaan relaksasi benson sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk manajemen kecemasan pre-operasi. Kata Kunci: Ulkus diabetikum, kecemasan, amputasi, relaksasi benson
Copyrights © 2026