Limbah kelapa sawit merupakan sumber bioproduk yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi limbah kelapa sawit sebagai substrat untuk produksi enzim pektinase menggunakan submerged fermentation (SmF). Substrat diuji dengan berbagai variasi nutrisi, yaitu brown sugar, urea, dan gliserol, untuk mengukur pengaruhnya terhadap kadar protein dan aktivitas enzim pektinase. Purifikasi ekstrak kasar enzim dilakukan dengan ammonium sulfat dan dialysis, serta pengukuran aktivitas enzim menggunakan metode DNS (3,5-dinitrosalisilat). metode low Hasil menunjukkan bahwa serabut kelapa sawit (SKS) menghasilkan kadar protein lebih tinggi dan aktivitas enzim pektinase lebih tinggi dibandingkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS), dengan aktivitas enzim tertinggi tercatat pada SKS-urea (1,641 U/mL), sedangkan pada TKKS-urea tercatat 1,494 U/mL. Penambahan brown sugar menghasilkan aktivitas spesifik enzim tertinggi pada SKS (1,983 U/mg) yang menunjukkan bahwa jenis sumber karbon mempengaruhi efektivitas produksi enzim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SKS lebih efisien dalam menghasilkan pektinase dibandingkan TKKS, dengan pengaruh penting dari keseimbangan antara sumber karbon dan nitrogen dalam proses fermentasi. Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam pemanfaatan limbah kelapa sawit untuk produksi enzim secara efisien dan berkelanjutan, serta membuka arah untuk penelitian lanjutan mengenai mikroba indigen dan optimasi kondisi fermentasi dalam skala industri.
Copyrights © 2025