Dalam beberapa tahun terakhir, dunia industri berkembang pesat. Hal ini melahirkan dampak baik positif maupun negatif. Positifnya dapat membuka lapangan pekerjaan, sedangkan negatifnya dapat merusak lingkungan karena menghasilkan limbah industri. Untuk mengatasi dampak negatif, pelaku industri perlu menerapkan sistem ekonomi sirkular dalam mengelola limbah industrinya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penerapan ekonomi sirkular dalam proses daur ulang limbah industri PT “XYZ”. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan pendapatan yang dibatasi pada nilai guna tidak langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa PT “XYZ” sudah menerapkan lima prinsip ekonomi sirkular, yaitu reduce, reuse, recycle, replace, dan replant. Hasil daur ulang limbah cair menjadi biogas dan limbah padat kulit nanas menjadi sumber pakan ternak, memiliki nilai guna tidak langsung sebesar Rp9.078.610.428,00/bulan. Artinya, melalui penerapan ekonomi sirkular jumlah timbunan limbah dapat diatasi, hasil daur ulang limbah menjadi sumber daya baru, dan perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk proses produksinya.
Copyrights © 2025