Teh merupakan komoditas unggulan di sektor pertanian Indonesia yang memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, produksi teh Indonesia menunjukkan tren penurunan yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan fluktuasi cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan produksi teh Indonesia untuk periode 2025 hingga 2032 menggunakan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Data yang digunakan adalah data produksi teh Indonesia dari tahun 1965 hingga 2024, yang dianalisis dengan software Minitab 22. Berdasarkan hasil analisis ARIMA, produksi teh Indonesia diperkirakan akan stabil dengan nilai produksi tahunan berkisar antara 123.673 hingga 123.772 ton per tahun. Namun, terdapat peningkatan ketidakpastian seiring berjalannya waktu, yang tercermin dari rentang peramalan yang semakin melebar. Faktor eksternal seperti perubahan iklim dan dinamika pasar global dapat mempengaruhi ketidakpastian ini. Penelitian ini menyarankan perlunya strategi adaptif, seperti diversifikasi produk teh, adopsi teknologi pertanian modern, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang tidak dapat diprediksi. Selain itu, pembentukan program dukungan pemerintah juga diperlukan untuk memperkuat ketahanan sektor teh terhadap risiko perubahan iklim dan fluktuasi pasar global guna memastikan keberlanjutan industri teh di masa depan.
Copyrights © 2025