Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Impact of Rice Field Conversion Effectiveness on the Availability of Rice in Jakarta Province From 1981 to 2023 Guruh Putra, Ibnu; Iqbal, Muhammad; Roi Bafih, Achmad; Rohma Wati, Dewi
Agricultural Science Vol. 8 No. 1 (2024): September
Publisher : Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/agriscience.v8i1.149

Abstract

This study examines the impact of rice field conversion on the availability of rice in Jakarta Province from 1981 to 2023. Over this period, Jakarta experienced rapid urbanization, transforming agricultural land especially rice field area into urban infrastructure. The rice field area shrank from 7,720 hectares in 1981 to only 341 hectares in 2023, with rice production declining from 70,387 tons to 2,674 tons. Meanwhile, rice demand surged from 474 million kilograms in 1981 to 874 million kilograms in 2023 due to population growth. The study employs secondary data analysis, utilizing regression models to assess the influence of population density and productivity on rice field area. The results indicate that population density is the primary driver, with every unit increase leading to a loss of 104 hectares of rice field area. Conversely, productivity improvements had no significant impact on land size. The findings of current study highlight a growing dependency on external food sources, exposing Jakarta to food security risks. This research underscores the urgency of sustainable land management policies to balance urbanization and agricultural preservation. Recommendations include integrating land-use planning with food security strategies to ensure a stable and sufficient food supply for Jakarta's growing population.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Di Provinsi Banten Salsabila, Oktavia; Ainun Nisa, Zahro; Raihan Afifa, Destiana; Rohma Wati, Dewi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14089

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting yang digunakan untuk menilai pencapaian pembangunan daerah melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Provinsi Banten terus menunjukkan peningkatan IPM dalam beberapa tahun terakhir, namun perkembangan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan ekonomi yang berbeda antar daerah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi IPM di Provinsi Banten selama periode 2010–2024, dengan fokus pada variabel rata-rata lama pendidikan, tingkat kemiskinan, distribusi PDB sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta tingkat partisipasi angkatan kerja (PFPR). Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif yang menerapkan pemodelan regresi linier berganda untuk menganalisis data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, menjadikan pendidikan sebagai faktor utama dalam pembangunan manusia. Sementara itu, variabel kemiskinan, PFPR, dan distribusi PFPR dalam kegiatan pertanian gagal menunjukkan relevansi statistik, meskipun arah pengaruhnya sesuai dengan teori. Secara bersamaan, semua variabel independen memberikan dampak yang substansial, sebagaimana dibuktikan oleh koefisien R² sebesar 0,906. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai strategi kunci dalam mendorong pembangunan manusia berkelanjutan di Provinsi Banten.
Peramalan Produksi Komoditas Teh Di Indonesia Tahun 2025-2032 Rizqi Darmawan, Muhammad; Fitriyana, Aska; Syafa Medina, Ausyiah; Rohma Wati, Dewi
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.3876

Abstract

Teh merupakan komoditas unggulan di sektor pertanian Indonesia yang memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, produksi teh Indonesia menunjukkan tren penurunan yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan fluktuasi cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan produksi teh Indonesia untuk periode 2025 hingga 2032 menggunakan metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Data yang digunakan adalah data produksi teh Indonesia dari tahun 1965 hingga 2024, yang dianalisis dengan software Minitab 22. Berdasarkan hasil analisis ARIMA, produksi teh Indonesia diperkirakan akan stabil dengan nilai produksi tahunan berkisar antara 123.673 hingga 123.772 ton per tahun. Namun, terdapat peningkatan ketidakpastian seiring berjalannya waktu, yang tercermin dari rentang peramalan yang semakin melebar. Faktor eksternal seperti perubahan iklim dan dinamika pasar global dapat mempengaruhi ketidakpastian ini. Penelitian ini menyarankan perlunya strategi adaptif, seperti diversifikasi produk teh, adopsi teknologi pertanian modern, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang tidak dapat diprediksi. Selain itu, pembentukan program dukungan pemerintah juga diperlukan untuk memperkuat ketahanan sektor teh terhadap risiko perubahan iklim dan fluktuasi pasar global guna memastikan keberlanjutan industri teh di masa depan.