Petani kopi rakyat di Indonesia sulit keluar dari jebakan rantai nilai bisnis industri kopi yang berpihak pada kapitalisasi pasar yang tidak adil. Petani kopi terjebak pada ketergantungan intermediary market mulai dari tengkulak, agen, pabrikasi, hingga eksportir. Keterbatasan akses pasar, fluktuasi harga global, serta rendahnya akses terhadap pembiayaan dan teknologi memperbukur kondisi lemahnya posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang strategi penguatan rantai nilai bisnis kopi rakyat Lampung agar lebih adil dan menguntungkan petani di hulu produksi, serta memperbaiki posisi tawar petani dalam rantai pasok kopi di tingkat lokal, regional, dan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi dan hambatan yang dihadapi petani serta peluang penguatan rantai nilai kopi yang berkeadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi penguatan rantai pasok pada hulu produksi kopi perlu fokus pada kebijakan penguatan kelembagaan untuk peningkatan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), perbaikan mutu melalui pascapanen yang lebih baik, serta penguatan koperasi untuk peningkatan posisi tawar dengan stakeholders lain dalam rantai nilai bisnis kopi secara berkeadilan. Hilirisasi produk kopi perlu diperluas dengan mendorong diversifikasi produk olahan dan sertifikasi keberlanjutan agar mampu menjangkau pasar premium. Infrastruktur logistik, digitalisasi pemasaran, serta sistem traceability berbasis teknologi juga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Copyrights © 2025