Artikel ini membahas keterkaitan antara teosofi, politik Islam, dan Islam Nusantara sebagai satu kesatuan integral yang berorientasi pada pengaktualisasian potensi manusia untuk memahami misteri Ilahi melalui simbol-simbol duniawi. Pendekatan teosofi digunakan untuk menafsirkan politik Islam bukan hanya sebagai sistem kekuasaan, tetapi juga sebagai wahana spiritual yang menumbuhkan kebijaksanaan, etika, dan akhlak dalam kehidupan bernegara. Dalam konteks Islam Nusantara, politik Islam memiliki kekhasan tersendiri yang dipengaruhi oleh budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal sehingga menciptakan corak politik yang moderat, humanis, dan berkeadaban. Melalui telaah filosofis dan praktis, tulisan ini menunjukkan bahwa posisi politik Islam di Indonesia memiliki peranan vital dalam membentuk akhlak sosial dan spiritual umat, di mana praktik politik tidak hanya ditujukan untuk kekuasaan, tetapi juga untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan sebagai manifestasi dari nilai-nilai Ilahiyah.
Copyrights © 2025