Kelompok tani Juma Berneh Satu merupakan salah satu kelompok tani yang ada di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo yang membudidayakan wortel sebagai komoditi utama. Permasalahan utama yang dihadapai petani adalah tingginya volume limbah wortel pada tahap pascapanen yang mencapai ± 10% dari total panen yang terdiri dari daun, wortel bercabang, wortel rusak, dan wortel yang tidak masuk kedalam kriteria jual. Limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dianggap sisa panen tanpa nilai ekonomi. Sistem manajemen limbah (waste management) digunakan untuk memanfaatkan kembali limbah wortel tersebut menjadi produk pupuk organic cair (POC) sehingga menghasilkan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan petani. Melalui program ini dilakukan serangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis pengolahan limbah, pendampingan produksi, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani dari rata-rata 20% menjadi 80% berdasarkan pre-test dan post-test. Kegiatan ini berhasil menurunkan volume limbah wortel. Limbah yang sebelumnya menjadi beban kini diolah menjadi produk dengan nilai tambah, sehingga mendukung konsep pengelolaan pertanian berkelanjutan. Dampak ekonomi kegiatan ini juga terlihat positif. Pendapatan tambahan kelompok yang diperoleh setiap produksi mencapai Rp 1.200.000 yang diperoleh dari penjualan POC. Walaupun nilai ini masih tahap awal, potensi peningkatan pendapatan sangat besar jika produksi dikembangkan dalam skala yang lebih luas dan peningkatan pemasaran.
Copyrights © 2026