Penggunaan alat kontrasepsi hormonal merupakan metode yang paling banyak digunakan oleh wanita usia subur di Desa Matali Baru Kecamatan Lolayan. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah haid tidak teratur, perubahan berat badan, serta perubahan mood. Kurangnya pemahaman akseptor mengenai efek samping KB hormonal menyebabkan kecemasan dan kekhawatiran, bahkan menimbulkan keinginan untuk menghentikan penggunaan KB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akseptor KB mengenai efek samping KB hormonal dan memperkenalkan minuman herbal kunyit asam sebagai komplementer alami untuk membantu melancarkan haid. Metode kegiatan meliputi kunjungan rumah, penyuluhan, pembagian leaflet, diskusi, dan pemberian minuman herbal kunyit asam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman akseptor KB tentang efek samping KB hormonal serta adanya respon positif masyarakat terhadap penggunaan kunyit asam sebagai komplementer.
Copyrights © 2026