Cedera ringan merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan memerlukan penanganan awal yang tepat untuk mencegah komplikasi. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama, khususnya teknik balutan, masih menjadi permasalahan yang banyak ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penanganan cedera ringan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan balutan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi diberikan melalui simulasi balutan cedera ringan dengan metode pembelajaran aktif dan praktik langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired samples t-test untuk variabel pengetahuan dan uji Wilcoxon signed-rank test untuk variabel keterampilan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan setelah intervensi simulasi balutan (p < 0,001). Selain itu, keterampilan siswa dalam melakukan teknik balutan juga mengalami peningkatan yang bermakna secara statistik (p <0,001).Kesimpuan: Simulasi balutan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait pertolongan pertama pada cedera ringan. Metode ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan di sekolah guna meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap kejadian cedera.
Copyrights © 2026