Rute yang tumpang tindih serta kurang meratanya jangkauan pelayanan menjadi permasalahan yang dapat mengurangi minat masyarakat dalam menggunakan Trans Semarang, khususnya pada rute 3a. Permasalahan ini memerlukan kajian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi pada rute tersebut. Metode yang digunakan adalah Analisis Konektivitas, Load Factor, dan Ketersediaan yang kemudian akan di Skoring untuk menentukan tingkat efisiensi. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil dari kajian ini pada aspek Konektivitas bernilai 2 (Efisien), Load Factor bernilai 1 (Kurang Efisien), dan Ketersediaan bernilai 3 (Sangat Efisien). Skoring dari aspek tersebut menghasilkan nilai akhir yaitu 6 yang memperlihatkan bahwa Trans Semarang rute 3a cukup efisien, akan tetapi masih memiliki banyak jaringan jalan yang tidak sesuai dan kurang optimal. Kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk melakukan perencanaan ulang rute yang lebih efisien.
Copyrights © 2025