Asma merupakan penyakit yang bersifat heterogen, umumnya ditandai oleh peradangan kronis pada saluran napas. Pada kondisi dimana jika seorang penderita asma yang memiliki kadar vitamin D rendah dalam tubuh dapat memicu terjadinya peningkatan sitokin kemudian memperparah peradangan saluran napas. Penderita asma dapat mengalami eksaserbasi yang berpotensi mengancam jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar vitamin D dengan kejadian eksaserbasi pasien asma stabil di Klinik Harum Melati Kabupaten Pringsewu. Rancangan observasi analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Jumlah sampel 35 orang pasien asma di Klinik Harum Melati Kabupaten Pringsewu pada tahun 2025. Data pasien asma didapatkan dari rekam medis serta wawancara, dan data vitamin D diperoleh melalui sebuah pemeriksaan POCT. Analisis statistik dilakukan menggunakan Fisher’s Exact Test untuk menilai hubungan antara kadar vitamin D dan kejadian eksaserbasi pada pasien asma stabil. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar vitamin D dan kejadian eksaserbasi (p = 0.132). Sebanyak 25 orang (71,4%) termasuk ke dalam kategori asma tidak stabil, dan sebanyak 10 orang (28.6%) termasuk kategori stabil. Mayoritas responden mempunyai kadar vitamin D dalam kategori normal, yaitu sebanyak 19 orang (54.3%).
Copyrights © 2025