Ketidakpatuhan dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan penyakit jantung terhadap penggunaan obat antihipertensi serta mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan tersebut di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pasien hipertensi dengan penyakit jantung yang telah menjalani terapi antihipertensi rutin minimal selama tiga bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan telaah rekam medis. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden dan tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat kepatuhan sedang hingga rendah terhadap penggunaan obat antihipertensi. Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan jenis obat rutin yang digunakan tampak berhubungan dengan variasi tingkat kepatuhan pasien. Pasien yang berusia lanjut, berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai ibu rumah tangga, serta menggunakan kombinasi dua hingga tiga jenis obat cenderung memiliki tingkat kepatuhan lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulannya, tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan penyakit jantung terhadap penggunaan obat antihipertensi di Rumah Sakit Royal Prima Jambi masih tergolong sedang hingga rendah. Faktor demografi dan regimen pengobatan berpengaruh terhadap pola kepatuhan pasien.
Copyrights © 2026