Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Penyakit Menular Seksual Pada Wanita Usia Produktif Ririn Anjelin; Sukma Oktafiani Putri; Hari Saputra
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.145

Abstract

Penyakit infeksi menular seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan serius di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyebarannya makin meluas dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Infeksi ini menyerang organ reproduksi yang jika tidak diobati dengan tepat dan tuntas bisa menyebabkan masalah lainnya. Edukasi dan pemahaman tentang IMS ini masih belum diketahui secara merata pada masyarakat luas. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi pencegahan penyakit menular seksual pada wanita usia produktif di atas usia 16 tahun. Metode yang digunakan adalah melakukan edukasi dengan metode ceramah dan diskusi pada wanita usia produktif di wilayah Tambaksari. Hasil dari kegiatan pengabdian ini memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan para peserta tentang penyakit infeksi menular seksual setelah diberikan edukasi seputar bahaya IMS, gejala, cara penularan, dan bagaimana cara mengobati serta pencegahan IMS tersebut. Kesimpulan diharapkan kepada masarakat memahami dan menerapkan apa yang telah diajarkan sehingga wanita usia subur dapat terhindar dari penyakit menular seksual.        
Asam Lemak Omega-3 Dan Hubungannya DenganPenyakit Kardiovaskular Ririn Anjelin; Nadia Raihana; Maimum; Fefri Ferianti; Harry Saputra
PHARMANAJA : PHARMACEUTICAL JOURNAL OF UNAJA Vol. 1 No. 2 (2022): PHARMANAJA : PHARMACEUTICAL JOURNAL OF UNAJA
Publisher : Program Studi Farmasi UNAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardiovascular diseases are the number one global cause of death, the two most common are coronaryartery disease and stroke. Data suggests that high omega-3 consumption has a benefit in preventingcardiovascular diseases. The report of observations, clinical , animal and in vitro studies havedemonstrated the benefits of omega-3 prevent and treat cardiovascular disease. Although the mechanismis not clear, but it has been shown that the cardiovascularprotection effect of omega-3 fatty acids may becaused by its role influencing biological effects on lipid and lipoprotein metabolism, platelet function,arterial cholesterol distribution, vascular function and inflammatory response.
Analisis Potensi Interaksi Obat pada Pasien Geriatri Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit Royal Prima Jambi Hagia Wati; Ririn Anjelin; Novi Erviana Harahap; Nadia Raihana
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.244

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia (geriatri) dan sering kali memerlukan terapi dengan beberapa jenis obat secara bersamaan (polifarmasi). Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi maupun menimbulkan efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi rawat inap di Rumah Sakit Royal Prima Jambi tahun 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien. Data dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0, sedangkan identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan Medscape Drug Interaction Checker, Drugs.com, dan Stockley’s Drug Interactions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (43.28%), diikuti ACE Inhibitor (25,37%), Beta Blocker (13.34%), Diuretik (10.45%), dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) (7.46%). Ditemukan 28 kasus interaksi obat yang terdiri atas 17.86% tingkat minor, 67.86% moderat, dan 14.29% mayor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa potensi interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi masih cukup tinggi, sehingga diperlukan pemantauan penggunaan obat yang lebih ketat serta peran aktif tenaga farmasi dalam mengidentifikasi dan mencegah interaksi yang dapat menimbulkan risiko klinis.  
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi dengan Penyakit Jantung terhadap Penggunaan Obat Hipertensi Wili; Ririn Anjelin; Hary Saputra; Fefri Ferianty
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.245

Abstract

Ketidakpatuhan dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan penyakit jantung terhadap penggunaan obat antihipertensi serta mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan tersebut di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pasien hipertensi dengan penyakit jantung yang telah menjalani terapi antihipertensi rutin minimal selama tiga bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan telaah rekam medis. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden dan tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat kepatuhan sedang hingga rendah terhadap penggunaan obat antihipertensi. Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan jenis obat rutin yang digunakan tampak berhubungan dengan variasi tingkat kepatuhan pasien. Pasien yang berusia lanjut, berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai ibu rumah tangga, serta menggunakan kombinasi dua hingga tiga jenis obat cenderung memiliki tingkat kepatuhan lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulannya, tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan penyakit jantung terhadap penggunaan obat antihipertensi di Rumah Sakit Royal Prima Jambi masih tergolong sedang hingga rendah. Faktor demografi dan regimen pengobatan berpengaruh terhadap pola kepatuhan pasien.