Burnout merupakan masalah psikologis yang banyak dialami mahasiswa kedokteran, terutama pada tahun pertama ketika mereka menghadapi transisi akademik yang menuntut. Strategi koping yang tepat diperlukan untuk membantu mahasiswa mengelola stres dan mencegah terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi koping dan burnout pada mahasiswa kedokteran tahun pertama. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 107 mahasiswa melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Ways of Coping (WOC) dan Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS), kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara strategi koping dan burnout (r = -0.548; p = 0.000). Semakin tinggi kemampuan koping mahasiswa, semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Kesimpulannya, strategi koping berperan penting dalam meminimalkan burnout sehingga diperlukan intervensi dini untuk meningkatkan kemampuan koping mahasiswa tahun pertama.
Copyrights © 2026