Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan sambung nyawa (Gynura procumbens) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa bioaktif penting, yaitu kurkumin dan kuersetin. Variasi proses pengolahan dan bentuk sediaan dapat memengaruhi kadar kedua senyawa tersebut sehingga diperlukan standarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kurkumin pada temulawak dan kadar kuersetin pada sambung nyawa dalam bentuk infusa, serbuk, dan produk herbal menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi (KLTKT). Analisis dilakukan dengan menotolkan larutan standar dan sampel pada plate silika gel F254, kemudian elusi dan pembacaan densitometri dilakukan untuk mendapatkan luas area puncak yang selanjutnya dimasukkan ke dalam persamaan regresi kurva baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak infusa memberikan kadar tertinggi baik untuk kurkumin (0.28 ± 0.008%) maupun kuersetin (1.50 ± 0.13%). Kesimpulannya, bentuk sediaan dan metode ekstraksi berpengaruh terhadap kadar senyawa aktif, dan metode KLTKT dapat digunakan sebagai metode evaluasi mutu herbal.
Copyrights © 2026