Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi SW. Sambung Roso dalam mendorong keberdayaan ekonomi penyandang disabilitas serta meninjaunya dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan dilakukan melalui penguatan strategi produk, harga, dan promosi, yang didukung dengan pengembangan pemasaran digital, peningkatan kualitas SDM, serta perbaikan teknologi produksi. Peran ekonomi kreatif terbukti mampu meningkatkan pendapatan disabilitas, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas intelektual, membangun citra positif, serta memperkuat kemandirian sosial-ekonomi. Dalam perspektif ekonomi Islam, praktik pemberdayaan di SW. Sambung Roso sejalan dengan prinsip keadilan, tolong-menolong (ta’awun), dan dorongan untuk menjadi pribadi mandiri sebagaimana nilai “tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”. Penelitian ini menegaskan bahwa ekonomi kreatif berbasis inklusi sosial dapat menjadi model pemberdayaan disabilitas yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026