Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis naskah drama menuangkan kearifan lokal satua Sasambo dengan kerangka kerja Viral sehingga tidak ada miskonsepsi terhadap aktivitas menulis yang dianggap menjemukan di sekolah, penelitian ini juga dapat membantu peningkatan pemahaman guru terhadap unsur intrinsik drama, serta batasan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan siswa.Selain itu, dapat membantu melestarikan kearifan lokal seperti sastra tua ( Satua ) Sasambo yang mulai terwujud oleh generasi muda, padahal memiliki nilai pendidikan karakter yang signifikan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini menguraikan masalah mengenai bagaimana rancang bangun pengembangan bahan ajar menulis naskah drama dengan kerangka kerja VIRAL ( Valid, Institusional, Reflektif, Aktif, dan Literer ) menghasilkan kearifan lokal Satua Sasambo di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan ( Research and Development ) yang mengadaptasi Model 4-D ( Define, Design, Develop, Disseminate ) dari Thiagarajan.Lokasi penelitian akan dilakukan di salah satu sekolah jenjang SMA di Kota Mataram dengan subjek siswa yang mewakili suku Sasak, Samawa, dan Mbojo. Instrumen pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi, wawancara, dan tes pemahaman awal. Adapun hasil dari penelitian ini adalah rancang bangun bahan ajar berupa modul penulisan naskah drama yang mengintegrasikan situasi didaktis (aksi, reaksi, validasi, dan institusionalisasi) melalui kerangka kerja VIRAL.Implementasi kearifan lokal Sasambo dalam materi dan evaluasi untuk proses belajar ( Learning Obstacle ), meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta membangkitkan budaya pada siswa.Pengembangan ini memberikan kontribusi pada penyediaan media pembelajaran yang efektif, efektif, dan berkelanjutan dalam bahasa Indonesia.
Copyrights © 2026