Pengembangan kemandirian pada anak sekolah dasar merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kegiatan belajar di kelas dapat menjadi sarana efektif dalam membangun kemandirian siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan telaah pustaka dari berbagai sumber relevan yang membahas strategi pembelajaran, peran guru, dan perilaku belajar mandiri pada anak usia sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemandirian siswa dapat ditumbuhkan melalui pemberian tugas yang terarah, pembelajaran berbasis proyek, kegiatan diskusi, serta pelibatan siswa dalam pengambilan keputusan sederhana di kelas. Peran guru sebagai fasilitator sangat menentukan keberhasilan proses ini, terutama melalui dukungan emosional, pemberian motivasi, dan penciptaan suasana belajar yang terbuka serta partisipatif. Tantangan yang ditemukan meliputi keterbatasan metode pembelajaran, kurangnya variasi aktivitas kelas, serta dominasi pendekatan instruksional yang membuat siswa cenderung pasif. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian akademik, sosial, dan emosional siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026