Anemia memiliki konsekuensi gizi dan kesehatan yang berat, termasuk tingginya angka kematian ibu, pertumbuhan yang tidak memadai, serta gangguan perkembangan mental pada anak-anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 62 orang. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitin ini menggunakan kuesioner. Proses penelitian ini dilakukan dengan mengunakan statistik uji Spearman dan Uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% kemudian hasilnya dapat dinarasikan. Hasil penelitian usia kehamilan menunjukkan analisis Chi-square diperoleh nilai p value < 0,1 (0,001) artinya ada hubungan antara usia kehamilan terhadap anemia pada kehamilan, dukungan keluarga diperoleh nilai p value < 0,1 (0,000) artinya ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap anemia pada kehamilan, paritas diperoleh nilai p value < 0,1 (0,000) artinya ada hubungan antara paritas terhadap anemia pada kehamilan, pengetahuan diperoleh nilai p value < 0,1 (0,000) artinya ada hubungan antara pengetahuan terhadap anemia pada kehamilan, kunjungan ANC diperoleh nilai p value < 0,1 (0,002) artinya ada hubungan antara kunjungan ANC terhadap anemia pada kehamilan. Kesimpulan terdapat hubungan signifikan usia ibu hamil (p=0,001 < 0,1), dukungan keluarga (p=0,000 < 0,1), paritas (p=0,000 < 0,1), pengetahuan (p=0,001 < 0,1) dan kunjungan ANC (p=0,002 < 0,1) dengan kejadian anemia. Diharapkan ibu selalu melaksanakan kunjungan ANC dan meningkatkan pengetahuan terhadap anemia.
Copyrights © 2025