Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang kampung Salabangka, proses perubahan dan peralihan sistem pemerintahan Salabangka 1864-1965, dan perkembangan sistem pemerintahan Salabangka, 1864-1965. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan terdapat lima tahapan yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik, interpertasi, dan historiografi. Data primer dalam penelitian ini adalah arsip yang didapatkan dari arsip nasional dan sumber sekundernya terdapat dalam buku Sejarah Kerajaan Bungku dan beberapa buku lainnya serta koleksi pribadi. Pendekatan digunakan adalah pendekatan multidimensional. Pola pemukiman di Salabangka adalah mengelompok dan menyebar pemukiman pertama dilakukan oleh rombongan suku Badjo, tempat pertama kali ditempati adalah kampung Boenginkela dan menyebar sampai ke kampung Kaleroang. Pemukiman utama Salabangka berada di kampung Kaleroang. Pada peralihan dan perubahan sisem pemerintahan di Salabangka, dari kampung ke distrik sistem pemerintahan Salabangka masih sistem pemerintahannya masih tradisional dan kepala kampungnya disebut Punggawa. Kemudian beralih menjadi distrik setelah datangnya bangsa Belanda pada awal abad ke-20. Setelah datngnya bangsa Jepang, perlakuan Jepang sangat memaksa penduduk pribumi untuk melakukan kegiatan demi kepentingan Jepang. sebelum kemerdekaan melalui gerakan politik. Setelah lepasnya dari penjajahan Jepang maka tahun 1951, para kepala distrik melakukan usulan untuk diberikan hak otonom, dalam perkembangan sistem pemerintahan Salabangka.
Copyrights © 2025