AbstrakRitual Kadiano Ghuse merupakan praktik ritual masyarakat Muna yang digunakan untuk menahan atau mengalihkan hujan pada pelaksanaan hajatan dan kegiatan sosial di ruang terbuka. Penelitian ini bertujuan mengungkap tahapan pelaksanaan ritual, memaknai simbol-simbol ritual yang digunakan, serta menjelaskan alasan keberlanjutan praktik Kadiano Ghuse dalam kehidupan masyarakat Desa Sidamangura, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui pengamatan terlibat, wawancara mendalam dengan pawang hujan (Bhisa), tokoh masyarakat, dan warga pengguna jasa ritual, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Kadiano Ghuse dilaksanakan melalui tahap persiapan dan tahap pelaksanaan yang melibatkan tindakan simbolik seperti menunjuk awan, pembacaan mantra dan doa, penanaman bahan ritual, serta pemeliharaan pantangan oleh Bhisa. Perlengkapan ritual seperti rokok, cermin, garam, jahe, cabai, tembakau, dan daun karubu-rubu dimaknai sebagai simbol proteksi, penolak hujan, dan media komunikasi kosmologis. Ritual ini berfungsi sebagai mekanisme budaya untuk mengelola ketidakpastian cuaca, menenangkan psikologis masyarakat, serta memperkuat legitimasi sosial pawang hujan. Keberlanjutan Kadiano Ghuse ditopang oleh fungsinya sebagai penjamin simbolik keberhasilan hajatan dan stabilitas sosial masyarakat.Kata kunci: Kadiano Ghuse; ritual pemindahan hujan; masyarakat Muna; simbol ritual; etnografi
Copyrights © 2025