Kemunculan model bahasa besar (large language models atau LLMs) seperti ChatGPT telah mentransformasi pembelajaran pemrograman di perguruan tinggi, tetapi pemahaman komprehensif tentang dampaknya masih terbatas. Penelitian ini mengkaji secara sistematis peran, peluang, dan tantangan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam pembelajaran pemrograman bagi mahasiswa sarjana Informatika melalui tinjauan literatur terhadap 12 artikel open-access yang dipublikasikan pada tahun 2025. Hasil analisis tematik mengidentifikasi enam peran utama AI: alat bantu teknis (meningkatkan efisiensi coding hingga 40%), sistem umpan balik responsif, sistem penilaian otomatis dengan akurasi tinggi, fasilitator pembelajaran adaptif, tutor otomatis untuk penilaian formatif, dan mitra kolaborasi manusia-AI. Penggunaan AI membuka peluang signifikan meliputi peningkatan performa akademik jangka pendek (20-40%), inovasi pedagogi berbasis teknologi, peningkatan motivasi dan efikasi diri mahasiswa, serta transformasi kurikulum yang lebih relevan dengan industri. Namun, tinjauan ini juga mengungkap tantangan serius: risiko melemahnya pembelajaran jangka panjang (efek tidak bertahan setelah AI dihentikan), keterbatasan teknis AI dalam menangani masalah kompleks, ancaman terhadap integritas akademik, kesenjangan literasi AI di kalangan mahasiswa, dan urgensi desain ulang paradigma asesmen. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan integrasi AI yang seimbang dan terstruktur, dengan rekomendasi praktis untuk pengembangan kerangka kurikulum, kebijakan penggunaan AI yang etis, investasi infrastruktur pedagogis, dan program pengembangan profesional dosen. Penelitian ini berkontribusi memberikan sintesis multidimensi yang mengintegrasikan perspektif teknis, pedagogis, psikologis, dan etis sebagai rujukan bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan strategi integrasi AI yang efektif dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025