Seekor kucing domestik jantan berusia 1,5 tahun bernama Babang didiagnosis mengalami abses dan vulnus morsum (luka gigitan). Gejala klinis yang teramati adalah pincang, terdapat luka terbuka di area metatarsal kiri yang disertai benjolan berisi pus, dan penurunan nafsu makan. Pemeriksaan fisik dan laboratorium mengkonfirmasi adanya anemia, leukositosis, neutrofilia, dan monositosis. Luka tersebut diobati dengan aplikasi topikal madu selama dua minggu. Selama dua minggu, terjadi perbaikan signifikan pada kondisi kucing Babang, dengan ukuran luka yang berkurang, peradangan yang mereda, dan penutupan luka yang sempurna. Madu terbukti efektif dalam mendukung pembentukan jaringan granulasi dan regenerasi epitel, memberikan solusi alami dan bebas antibiotik untuk mencegah infeksi. Kasus ini menekankan potensi madu sebagai agen terapeutik dalam manajemen luka pada hewan peliharaan, khususnya dalam mengurangi bakteri dan mempercepat penyembuhan jaringan tanpa berkontribusi pada resistensi antibiotik.
Copyrights © 2025