Perusahaan baterai di Jakarta memproduksi baterai tipe AAA berbahan alkali pada lini perakitan, namun menghadapi tantangan tingkat cacat sebesar 6,9% dari total produksi 5.649.270 unit pada Januari hingga April 2025, melebihi batas maksimal 5%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab cacat dan mengusulkan perbaikan menggunakan metode DMAIC Six Sigma. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, dianalisis dengan diagram sebab-akibat, FMEA, dan 5W+1H. Hasil menunjukkan DPMO sebesar 23.093 (tingkat sigma 3,49), dengan cacat dominan Low Voltage (4,17%). Penyebab utama meliputi kurangnya perawatan mesin, kelelahan operator, dan kualitas material rendah. Usulan perbaikan meliputi perawatan mesin rutin mingguan, pelatihan operator, dan pemeriksaan material. Implementasi usulan ini menurunkan tingkat cacat di bawah 5%, meningkatkan kualitas produk.
Copyrights © 2025