Industri garmen merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya tingkat defect pada proses produksi yang dapat menurunkan mutu produk dan menyebabkan penolakan buyer. Di antara berbagai jenis defect, puckering pada bagian waistband celana formal seperti Smart Ankle Pants termasuk yang paling dominan dan berdampak signifikan terhadap kualitas estetika produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian mutu terhadap defect puckering dengan menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) melalui metode fishbone analysis. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi dari lini produksi di PT XYZ di daerah Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defect puckering merupakan masalah dominan dengan persentase 40,2% dari total temuan defect. Analisis fishbone mengidentifikasi empat faktor penyebab, yaitu manusia, mesin, metode, dan lingkungan, dengan faktor manusia sebagai penyebab dominan akibat keterampilan operator yang belum optimal dan kurangnya konsentrasi saat bekerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan mutu produk garmen tidak hanya ditentukan oleh mesin, tetapi juga sangat bergantung pada keterampilan dan konsistensi operator. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam literatur pengendalian mutu serta rekomendasi praktis berupa pelatihan operator, standardisasi pengaturan mesin, dan perbaikan ergonomi area kerja untuk menekan angka defect.
Copyrights © 2025