Krisis air bersih merupakan salah satu permasalahan kemanusiaan paling serius yang dihadapi Yaman akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan, degradasi lingkungan, serta lemahnya sistem pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak krisis air bersih terhadap penyebaran penyakit kolera di Yaman pada tahun 2023 dengan menggunakan pendekatan keamanan kemanusiaan, khususnya pada dimensi keamanan kesehatan dan keamanan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari sumber sekunder berupa laporan organisasi internasional, dokumen resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF, WHO, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehancuran infrastruktur air dan sanitasi akibat konflik bersenjata telah membatasi akses masyarakat Yaman terhadap penggunaan air bersih dan aman. Kondisi ini memaksa masyarakat menggunakan sumber air yang terkontaminasi, sehingga meningkatkan risiko penularan bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera. Dari perspektif keamanan kesehatan, wabah kolera mencerminkan kegagalan perlindungan hak dasar masyarakat atas kesehatan dan layanan publik yang memadai. Sementara itu, dari sudut pandang keamanan lingkungan, degradasi sistem air, pencemaran sumber air, dan buruknya pengelolaan limbah menciptakan lingkungan yang sangat rentan terhadap penyebaran penyakit berbasis air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis air bersih dan wabah kolera di Yaman merupakan ancaman multidimensi terhadap keamanan kemanusiaan, sehingga memerlukan penanganan komprehensif yang mencakup pemulihan infrastruktur air dan sanitasi, perlindungan lingkungan, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2026