Penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja semakin meningkat dan berisiko membentuk kebiasaan merokok sejak usia dini. Perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan proses belajar melalui pengamatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan Social Cognitive Theory (SCT) dalam menjelaskan pencegahan dan pengendalian perilaku vaping pada remaja. Studi ini merupakan literature review yang dilakukan melalui database Google Scholar, Portal Garuda, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang tahun 2021–2025. Sebanyak delapan artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa perilaku vaping pada remaja berkaitan dengan pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan keluarga, paparan media sosial, serta rendahnya self-efficacy. Komponen SCT seperti modeling, outcome expectations, dan self-efficacy terbukti berperan dalam membentuk perilaku tersebut. Dapat disimpulkan bahwa SCT efektif digunakan sebagai dasar dalam memahami perilaku vaping dan merancang upaya pencegahan. Penguatan self-efficacy, keterlibatan keluarga dan sekolah, serta pengendalian promosi vape diperlukan untuk menekan penggunaan vape pada remaja.
Copyrights © 2026