Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sistem Pakar Diagnosis Hama Dan Penyakit Tanaman Kopi Menggunkan Metode Breadth First Search (Bfs) Berbasis Web Favorisen R. Lumbanraja; Siti Rosdiana; Hamim Sudarsono; Akmal Junaidi
Explore: Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika) Vol 11, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.499 KB) | DOI: 10.36448/jsit.v11i1.1452

Abstract

Beberapa faktor menyebabkan rendahnya kualitas dan produktivitas kopi di Indonesia. Alasan utama permasalahan ini adalah gangguan hama dan penyakit. Sebagian besar petani kopi di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung adalah petani kopi yang tidak terdidik. Para petani masih menggunakan cara tradisional dalam mengidentifikasi hama dan penyakit. Dengan menggunakan sistem pakar diharapkan petani dapat melakukan diagnosis hama dan penyakit kopi secara akurat. Tujuan utama dari penelitian ini adalah membangun sistem pakar berbasis web untuk mendiagnosis hama dan penyakit tanaman kopi. Untuk mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman kopi, teknik Breadth First Search digunakan. Data terdiri dari 5 hama, 5 penyakit, dan 28 gejala dari hama dan penyakit pada tanaman kopi. Certainty Factor digunakan untuk menentukan bobot setiap gejala dan nilainya ditentukan oleh pakar dan pengguna. Selanjutnya Certainty Factor secara iteratif dihitung oleh sistem untuk mengukur persentase hasil diagnosis. Untuk mengevaluasi sistem ini, 30 pengguna dipilih dan dikelompokkan menjadi 3 kelompok (pakar kopi, petani dan mahasiswa Fakultas Pertanian, mahasiswa jurusan Ilmu Komputer). Pengguna diminta untuk menilai sistem dengan mengisi kuesioner. Pengguna menyimpulkan bahwa sistem pakar berjalan dengan baik dengan persentase masing-masing 75.56%, 73,78% dan 83.39%.
Edukasi Kesehatan Mental Remaja dan Dampaknya terhadap Pemahaman Tanda, Penyebab, dan Pencegahan Gangguan Psikologis Abul A’la Al Maududi; Rafa Zemy Amalia; Nayla Jasmine Fadillah; Syaharani Laila Chaerunnisa Tengku; Siti Neza Azmarina; Siti Rosdiana; Riza Elhanina Ramadhani; Rizki Hashym
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i1.2022

Abstract

Adolescent mental health is an essential component of optimal growth and development, yet it often receives less attention compared to academic achievement. Adolescents are in a vulnerable developmental stage characterized by emotional changes, social pressure, and environmental demands, which increase the risk of mental health problems. This activity aimed to improve knowledge and promote positive attitudes among junior high school students regarding adolescent mental health, including its definition, signs and symptoms, risk factors, and prevention strategies. The method used was a health education intervention employing a pre-test and post-test design. The activity was conducted at Al Amanah Junior High School, South Tangerang City, involving 25 students. The evaluation instrument consisted of a 10-item multiple-choice questionnaire with a maximum score of 100. The results showed that the average pre-test score was 98.40%, while the post-test score increased to 99.60%, indicating a 1.20% improvement. Although the increase was relatively small due to the high baseline knowledge (ceiling effect), the findings demonstrate that the educational intervention effectively reinforced students’ understanding of adolescent mental health. In addition, interactive discussions during the session contributed to increased awareness and reduced stigma related to mental health issues. This mental health education program has the potential to support early prevention efforts and foster a more supportive school environment for adolescents’ psychological well-being.
Penerapan Social Cognitive Theory Terhadap Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Elektrik (Vape) pada Remaja Luqman Effendi; Siti Rosdiana
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.153

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja semakin meningkat dan berisiko membentuk kebiasaan merokok sejak usia dini. Perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan proses belajar melalui pengamatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan Social Cognitive Theory (SCT) dalam menjelaskan pencegahan dan pengendalian perilaku vaping pada remaja. Studi ini merupakan literature review yang dilakukan melalui database Google Scholar, Portal Garuda, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang tahun 2021–2025. Sebanyak delapan artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa perilaku vaping pada remaja berkaitan dengan pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan keluarga, paparan media sosial, serta rendahnya self-efficacy. Komponen SCT seperti modeling, outcome expectations, dan self-efficacy terbukti berperan dalam membentuk perilaku tersebut. Dapat disimpulkan bahwa SCT efektif digunakan sebagai dasar dalam memahami perilaku vaping dan merancang upaya pencegahan. Penguatan self-efficacy, keterlibatan keluarga dan sekolah, serta pengendalian promosi vape diperlukan untuk menekan penggunaan vape pada remaja.