Skizofrenia paranoid merupakan gangguan psikotik kronis dengan prevalensi global 0,3-1% yang menyebabkan distress berat melalui halusinasi multi-modal dan ketidakpatuhan pengobatan, terutama pada pasien pasca-migrasi kerja di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan kasus, menganalisis faktor etiologis, dan mengevaluasi terapi kombinasi trifluoperazine-clozapine. Menggunakan desain studi kasus observasional deskriptif kualitatif, populasi pasien dewasa RS Muhammadiyah Lamongan disampling purposive menjadi Tn. K (45 tahun). Instrumen mencakup auto/heteroanamnesis, status mental, dan rekam medis; analisis melalui pengkodean tematik dan GAF/DSM-5. Hasil menunjukkan halusinasi auditorik-visual persisten 16 tahun, GAF 21-30, diagnosis F20.0, dengan respons awal baik terhadap trifluoperazine 5 mg BID dan clozapine 25 mg OD. Kesimpulan menegaskan pendekatan biopsikososial multidisipliner meningkatkan kepatuhan dan fungsi sosial pada kasus resisten, dengan implikasi monitoring berkala di setting primer.
Copyrights © 2026