Skizofrenia paranoid yang ditandai gejala positif dominan seperti halusinasi auditorik dan waham kejar menimbulkan tantangan signifikan pada dewasa muda akibat gangguan insight dan ketidakpatuhan terapi, terutama di Indonesia dengan prevalensi 1,7 per 1000 dan kepatuhan rendah 50%. Mendokumentasikan perjalanan klinis, diagnosis, dan tatalaksana skizofrenia paranoid dengan gangguan insight. Studi kasus observasional deskriptif kualitatif di RS Muhammadiyah Lamongan menggunakan auto/heteroanamnesis, pemeriksaan status mental, skala GAF; analisis tematik dengan triangulasi DSM-5-TR/PPDGJ-III. Sampel purposive tunggal AS (laki-laki, 21 tahun, onset 2024). Pasien mengalami bisikan auditorik, bayangan visual sejak 2024, perubahan perilaku, penolakan pengobatan menyebabkan kekambuhan 2025; diagnosis F20.0, capai GAF 81-90 pasca-terapi aripiprazole 5 mg BID plus trihexyphenidyl. Kombinasi farmakoterapi, psikoedukasi, sleep hygiene, dan dukungan keluarga berhasil mengontrol gejala serta fungsi optimal, menegaskan pentingnya intervensi biopsikososial komprehensif untuk pencegahan kekambuhan di pelayanan prime.
Copyrights © 2026