Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Rumoh Baca Hasan-Savvas (RBHS) Lhokseumawe dilaksanakan untuk mengatasi kendala produksi Virgin Coconut Oil (VCO) yang masih dilakukan secara manual dengan kapasitas rendah, waktu pengolahan lama, dan biaya operasional tinggi. Topik ini dipilih karena VCO memiliki nilai ekonomi dan kesehatan yang tinggi serta permintaan pasar yang terus meningkat, namun keterbatasan teknologi membuat mitra sulit bersaing. Untuk merumuskan intervensi yang tepat, terlebih dahulu dilakukan analisis SWOT guna memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi mitra. Metode partisipatif diterapkan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Produk teknologi yang digunakan adalah mesin peras kelapa otomatis berbasis sistem kendali, yang memungkinkan proses produksi lebih cepat, efisien, dan konsisten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi santan sebesar 300%, efisiensi waktu pemrosesan hingga 400%, serta 85% anggota mitra mampu mengoperasikan mesin secara mandiri. Selain itu, biaya produksi turun hingga 90% dibandingkan metode manual. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan sistem kendali otomatis efektif dalam meningkatkan efisiensi, kapasitas, dan kemandirian mitra, serta memiliki potensi untuk direplikasi pada komunitas lain sebagai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna.
Copyrights © 2025