Terbatasnya keterampilan berkhutbah pada remaja Masjid Darussalam di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi permasalahan utama dalam regenerasi khatib muda yang kompeten dan kontekstual. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilaksanakan pelatihan khutbah Jum’at sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan dakwah dan memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan Islam. Kegiatan berlangsung selama tiga bulan (Maret–Mei 2025) menggunakan metode praktik dan pengajian berbasis service learning yang menggabungkan teori keagamaan dengan pengalaman langsung. Sebanyak 17 remaja aktif berusia 15–22 tahun dipilih berdasarkan kriteria keanggotaan aktif, kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, dan komitmen mengikuti seluruh sesi pelatihan. Proses pelatihan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, refleksi, dan implementasi khutbah di masyarakat. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata peserta dari 56,4 menjadi 84,7 serta peningkatan retorika, kepercayaan diri, dan pemahaman tematik. Program ini juga menumbuhkan kepemimpinan spiritual dan kesadaran sosial peserta, menunjukkan bahwa pendekatan praktik dan pengajian berbasis service learning efektif dalam memberdayakan remaja masjid dan memperluas dampak sosial dakwah.
Copyrights © 2025