Swamedikasi adalah memperoleh obat-obatan sendiri tanpa resep, membeli dan menggunakan obat berdasarkan resep lama yang pernah diterima biasanya untuk mengatasi penyakit ringan yang dialami masyarakat. Pelaksanaannya dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena terbatasnya pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Fenomena di masyarakat yang pendapatannya pas-pasan akan lebih memilih pengobatan sendiri ataupun tradisional karena pendapatan mereka tidak cukup untuk ke pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pengetahuan dengan perilaku swamedikasi di daerah Bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta. Penelitian kuantitatif ini, sampel 73 responden pada masyarakat Kampung Jetisharjo RW 7 yang pernah menderita sakit 3-6 bulan. Teknik sampling dengan purposive sampling dengan uji statistic Chi Square dan Fisher. Hasilnya ada hubungan usia (p=0.010), pendidikan terakhir (p=0.000), dan pengetahuan (p=0.004), sedangkan untuk jenis kelamin (p=0.911), pendapatan perbulan (p=1.000) tidak ada hubungan dengan perilaku swamedikasi. Disimpulkan bahwa membutuhkan intervensi peningkatan pengetahuan tentang perilaku swamedikasi pada masyarakat daerah Bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta.
Copyrights © 2025