Modernisasi transportasi publik menjadi aspek penting dalam mengatasi peningkatan kebutuhan mobilitas di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan inovasi kebijakan layanan pada program Metro Jabar Trans (MJT) sebagai upaya transformasi angkutan kota di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif berpendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Agile Governance mendorong pembaruan tata kelola layanan melalui adopsi sistem pembayaran digital, integrasi jaringan moda transportasi, peningkatan standar pelayanan, dan evaluasi rutin sebagai dasar penyempurnaan layanan. Meskipun demikian, program MJT belum mencapai tingkat efektivitas yang optimal karena masih dihadapkan pada keterbatasan armada operasional, distribusi layanan yang tidak merata, serta pemahaman pengguna yang belum sepenuhnya terbentuk. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan sosialisasi, pengembangan infrastruktur pendukung, dan partisipasi publik yang lebih luas untuk mewujudkan pelayanan transportasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan perumusan kebijakan transportasi publik di kawasan urban pada masa mendatang.
Copyrights © 2025