Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan sering tidak terdeteksi karena muncul tanpa keluhan, sehingga pemeriksaan kesehatan secara teratur menjadi penting untuk mencegah komplikasi. Pos Pembinaan Terpadu berperan sebagai layanan kesehatan masyarakat yang menyediakan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui intensitas kunjungan lansia ke Pos Pembinaan Terpadu, menggambarkan kejadian hipertensi, serta menganalisis hubungan antara intensitas kunjungan dengan kejadian hipertensi di Desa Licin. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 93 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur dan data sekunder dari catatan Pos Pembinaan Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia tidak melakukan kunjungan secara teratur (61,3%) dan sebagian besar lansia mengalami hipertensi berdasarkan hasil catatan pemeriksaan terbaru (52.7%), meskipun sebelumnya 60.2% melaporkan tidak memiliki riwayat hipertensi. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas kunjungan dan kejadian hipertensi dengan nilai p kurang dari 0.001. Lansia yang tidak rutin berkunjung memiliki peluang lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan yang rutin melakukan pemeriksaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunjungan rutin ke Pos Pembinaan Terpadu berperan penting dalam deteksi dini dan pengendalian hipertensi. .
Copyrights © 2026