Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP IVF: ANTARA KEBUTUHAN MEDIS DAN ETIKA SYARIAH Pradipta, Dea Vega; Rahmawati, Alya; Sayaroh, Farikha Aulia; Shalimar, Jesika; Shalawati, Shally; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38102

Abstract

Bayi tabung (In Vitro Fertilization) merupakan suatu tindakan yang mengacu pada kebutuhan medis untuk membantu pasangan yang sedang menghadapi masalah kesuburan melalui teknologi reproduksi dengan mengambil sperma dari pihak suami dan sel telur dari pihak istri, kemudian menyatukannya di luar tubuh (in vitro). Namun demikian, etika syariah mempertimbangkan dampak dan hukum dari tindakan ini karena sering kali terjadi kesenjangan antara kebutuhan medis penggunaan bayi tabung dengan larangan syariah yang menekankan pentingnya menjaga garis keturunan, serta larangan donasi sperma atau sel telur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana hukum Islam mengatur praktik bayi tabung, termasuk implikasi etika dan moralnya. Metode: Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (observasi) dan wawancara. Hasil: Hasil wawancara dengan narasumber pertama yaitu seorang bidan menjelaskan tentang tahapan bayi tabung dan bagaimana faktor keberhasilan bayi tabung. Narasumber kedua yaitu seorang ibu rumah tangga memaparkan tentang alasan memilih bayi tabung dikarenakan adanya masalah pada tuba fallopi dan pentingnya pemahaman agama. Narasumber ketiga, wakil ketua MUI, menyatakan bahwa bayi tabung dibolehkan dalam Islam dengan syarat-syarat tertentu dan menekankan kesiapan mental pasangan. Wawancara ini memberikan wawasan tentang berbagai pertimbangan dalam menjalani bayi tabung. Kesimpulan: tindakan bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) dalam perspektif Islam dapat diterima jika dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, terutama dengan memperhatikan aspek-aspek maqasid syariah, seperti perlindungan agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.
Hubungan Intensitas Kunjungan Lansia Ke Posbindu Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Licin Pradipta, Dea Vega; Dolifah, Dewi; Rahmat, Delli Yuliana
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1383

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan sering tidak terdeteksi karena muncul tanpa keluhan, sehingga pemeriksaan kesehatan secara teratur menjadi penting untuk mencegah komplikasi. Pos Pembinaan Terpadu berperan sebagai layanan kesehatan masyarakat yang menyediakan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui intensitas kunjungan lansia ke Pos Pembinaan Terpadu, menggambarkan kejadian hipertensi, serta menganalisis hubungan antara intensitas kunjungan dengan kejadian hipertensi di Desa Licin. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 93 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur dan data sekunder dari catatan Pos Pembinaan Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia tidak melakukan kunjungan secara teratur (61,3%) dan sebagian besar lansia mengalami hipertensi berdasarkan hasil catatan pemeriksaan terbaru (52.7%), meskipun sebelumnya 60.2% melaporkan tidak memiliki riwayat hipertensi. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara intensitas kunjungan dan kejadian hipertensi dengan nilai p kurang dari 0.001. Lansia yang tidak rutin berkunjung memiliki peluang lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan yang rutin melakukan pemeriksaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunjungan rutin ke Pos Pembinaan Terpadu berperan penting dalam deteksi dini dan pengendalian hipertensi. .