Transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia mengalami percepatan signifikan sejakdiberlakukannya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia. QRISdirancang sebagai standar nasional pembayaran berbasis kode QR yang bertujuan meningkatkanefisiensi transaksi, interoperabilitas sistem pembayaran, serta inklusi keuangan, khususnya bagi pelakuUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisimplementasi QRIS, tantangan adopsi yang dihadapi UMKM, serta peluang pengembangan QRISdalam konteks integrasi pembayaran regional ASEAN. Metode penelitian yang digunakan adalahpendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi literatur, analisis regulasi, serta studi kasus implementasiQRIS di Indonesia dan QR Ph di Filipina. Hasil kajian menunjukkan bahwa QRIS berperan strategisdalam mendorong digitalisasi UMKM, namun masih menghadapi tantangan berupa literasi keuangandigital, persepsi keamanan, serta resistensi biaya Merchant Discount Rate (MDR). Integrasi sosioteknologi dan sinergi lintas negara ASEAN menjadi faktor kunci keberlanjutan QRIS ke depan.
Copyrights © 2025