Rendahnya keterampilan membaca siswa sekolah dasar di Indonesia masih menjadi permasalahan empiris yang berdampak pada kemampuan literasi dan pencapaian akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan membaca serta strategi pembelajaran efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang mengkaji berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah terkait pendidikan dasar dan literasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca dipengaruhi oleh faktor internal (motivasi, kebiasaan membaca, dan kemampuan bahasa) serta faktor eksternal (dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat). Berdasarkan teori behavioristik, konstruktivistik, dan humanistik, keterampilan membaca dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran fonik, kontekstual, berbasis proyek, serta pemanfaatan teknologi dan lingkungan literasi yang mendukung. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kemampuan membaca memerlukan sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan sosial agar tercipta budaya literasi berkelanjutan. Implikasinya, pembelajaran membaca perlu dirancang adaptif, bermakna, dan partisipatif untuk mendorong siswa menjadi pembaca aktif dan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2025