Pendidikan dalam keluarga merupakan aspek utama yang berperan penting dalam membentuk dasar kepribadian, karakter, serta nilai-nilai moral anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana keluarga menjalankan fungsi pendidikan dan pengasuhan, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di wilayah Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam keluarga yang memiliki anak usia 4–6 tahun, tiga guru PAUD, dan satu kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pendidikan dalam keluarga dilaksanakan melalui pembiasaan nilai moral, kedisiplinan, dan tanggung jawab anak sejak usia dini. Orang tua berperan aktif dalam memberikan teladan, mendampingi anak belajar, serta menanamkan sopan santun dan nilai religius. Sementara itu, fungsi pengasuhan dijalankan melalui pemberian kasih sayang, perhatian, dan pengawasan perilaku anak agar tumbuh menjadi individu yang mandiri dan berkarakter. Faktor pendukung utama pelaksanaan fungsi tersebut adalah kesadaran orang tua, komunikasi yang baik dalam keluarga, serta kerja sama dengan guru PAUD. Adapun faktor penghambat meliputi kesibukan orang tua, keterbatasan waktu, kondisi ekonomi, dan pengaruh media digital. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama bagi anak, serta perlunya sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter dan kemandirian anak usia dini.
Copyrights © 2025